Diberdayakan oleh Blogger.

Tampilkan postingan dengan label Berita Jepara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jepara. Tampilkan semua postingan

Pengusaha Sulit Naikkan Harga Jual Mebel

Berita Jepara - Pengusaha mebel dan ukir di Jepara, Jawa Tengah, mengalami kesulitan untuk menaikkan harga jual furnitur dan ukiran walaupun terjadi peningkatan biaya produksi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).


"Sampai saat ini, namun produsen mebel berani untuk menaikkan harga produk furnitur untuk berbagai alasan, meskipun kenaikan harga BBM telah berlangsung sejak Sabtu (22/6)," kata Ketua Asosiasi Mebel Indonesia dan Industri Kerajinan (Asmindo) Daerah Komisaris Akhmad Fauzi di Jepara Jepara, Rabu (3/7).

Kenaikan harga BBM, kata dia, mengakibatkan peningkatan biaya produksi, mulai dari kenaikan biaya transportasi, biaya tenaga kerja, kenaikan harga bahan baku dan bahan baku penolong bervariasi. Beberapa komponen pendukung untuk furnitur dan produk ukiran, katanya, tidak ada peningkatan, meskipun nantinya diperkirakan akan naik.

Peningkatan produksi sejumlah komponen, katanya, mulai 10-15 persen, sehingga margin keuntungan yang diperoleh pengusaha juga semakin rendah. Alasannya masih sulit untuk menaikkan harga jual, sebagian karena daya beli faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan pasar untuk menyerap produk dan mebel ukir.

Alasan lain, yang banyak pengusaha furnitur yang telah berada di bawah kontrak dengan pembeli dan berkaitan dengan pesaing yang mungkin masih belum menaikkan harga produk Mebel Jepara meskipun harga BBM sudah naik sejak lebih dari seminggu.

Namun demikian, ia masih optimis, bisnis dan mebel ukir di Kabupaten Jepara masih ada, karena masih ada jalan keluar dalam rangka untuk melanjutkan usahanya secara berkelanjutan. Dia mencatat bahwa jumlah usaha dan mebel ukir di 8.000 usaha kabupaten Jepara, sementara bisnis yang sudah mengantongi izin usaha diperkirakan hanya sebagian.

Untuk menjaga ketertiban dan bisnis mebel ukir tetap berlangsung, kata dia, perlu dilaksanakan langkah-langkah efisiensi di berbagai bidang pengusaha kreatif dan tuntutan bahwa keuntungan margin tidak terlalu kecil. "Kami juga berharap untuk mendapatkan bantuan pemerintah dalam hal promosi melalui berbagai pameran di tingkat lokal, nasional dan internasional," katanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pengukir Malaysia Belajar di Jepara

Berita Jepara - Kadin Kabupaten Jepara menerima kunjungan Persatuan Penggiat Ukir Kayu (Pengukir) Malaysia di Gedung Mebel Jepara Trade and Tourism Center, baru-baru ini.


Ketua Kadin Jepara, Abdul Kohar mengatakan, penjajakan kerja sama antarkedua pihak akan ditindaklanjuti.Pasalnya kerja sama tersebut akan memberikan manfaat kepada Jepara dan Malaysia.

‘’Kami berharap jika nanti ada kerja sama, dapat memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Sebab jika tidak, bila salah satu dirugikan, maka kerja sama tidak akan berjalan dengan baik katanya saat menyambut rombongan Pengukir Malaysia.

Dari hasil diskusi, disimpulkan beberapa permasalahan utama yang dihadapi para perajin ukir di kedua negara. Yakni regenerasi dan cara mempertahankan identitas dan karakter ukiran, agar dapat bersaing di luar negeri dan tidak mudah punah.

Ketua rombongan Pengukir Malaysia, Noorhaiza bin Noordin menyampaikan, tujuan kedatangan untuk belajar lebih banyak dan memahami bagaimana cara mengajarkan cinta seni ukir kepada gene rasi muda.

Kadin Jepara juga mengundang beberapa asosiasi di Jepara dalam diskusi dengan peserta kunjungan, di antaranya Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), Asosiasi Pengrajin Kayu Jepara (APKJ), Asosiasi Mebel Kayu dan Rotan (Amkri), dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia.

Sumber : suara merdeka

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Klenteng Welahan Berumur 300 Tahun

Berita Jepara - Klenteng Welahan ini dibangun pada tahun 1700-an. Hari Jum’at (12/4) merupakan hari ulang tahun bagi klenteng tertua di Indonesia yang berada di Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, klenteng Hian Thian Siang Tee. Yaitu Imlek 3 Sha Gwee 2564 dalam penanggalan China. Namun, pesta perayaan berupa arak-arakan para dewa-dewa dari klenteng-klenteng yang ada di Indonesia dilangsungkan pada tanggal 1 Sha Gwee 2564 atau Rabu (10/4) kemarin lusa dalam penanggalan masehi.

Klenteng Welahan

Panitia peringatan ulang tahun Klenteng Hian Thian Siang Tee menyampaikan kali ini ulang tahun yang ke berapa tak berani memastikan. Berdasarkan beberapa sumber lisan dan tertulis, klenteng Welahan ini dibangun pada tahun 1700-an.

Prosesi arak-arakan para dewa yang ditandu dengan iringan musik khas negeri tirai bambu itu menjadi tontonan menarik warga sekitar klenteng. Bahkan yang terlibat dalam kirab tidak hanya warga Jepara. Banyak warga dari luar daerah turut serta meramaikan prosesi arak-arakan ini.

Prosesi kirab

Prosesi kirab dimulai dari klenteng Hian Thian Siang Tee menuju Klenteng Hok Tek Bio. Dengan berjalan beriringan, perserta kirab berjalan menempuh jarak 3 kilometer berkeliling kampung. Kirab ini dimaksudkan agar klenteng dan lingkungan sekitar diberi keberkahan dan keamanan. Sebelum dikirab dewa-dewa kami letakan di tempat peribadatan dan pengunjung yang melewatinya lalu bersembahyang, kemudian para dewa menerima sesaji.

Meski klenteng Hian Thian Siang Tee berada di tengah-tengah pemukiman warga yang mayoritas memeluk agama Islam, toleransi antar umat beragama tercipta dengan damai dan rukun. Bahkan, sejumlah warga sekitar klenteng sebelum memulai musim tanam padi, banyak yang berkonsultasi dengan pengelola klenteng untuk menentukan hari baik dalam memulai menanam padi.

Selain itu, klenteng Hian Thian Siang Tee seringkali menjadi rujukan bagi warga yang sedang sakit. Biasanya para warga sekitar dan luar kota datang ke klenteng Hian Thian Siang Tee untuk meminta resep pengobatan ramuan China kuno.

“Ada tiga jenis tingkatan resep, mulai dari resep untuk sakit ringan, sakit yang agak berat, dan sakit yang menentukan antara hidup dan mati. Untuk resep yang digunakan penyakit yang sudah parah biasanya ramuannya agak susuah dicari, tapi begitu dapat dan diminum ya, tinggal dua kemungkinan, antara sakitnya sembuh atau meninggal dunia,” papar Eris, warga Pengkol, Jepara yang mengaku sering meminta resep pengobatan di klenteng Hian Thian Siang Tee jika ada anggota keluarganya yang sakit.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kesenian Khas Jepara Cultural Festival

Ratusan seniman Jepara Kota Ukir terlibat dalam pagelaran berlabel Jepara Cultural Festival. Di atas panggung buatan berukuran 100 meter persegi, secara bergantian kesenian asli Jepara tersebut tampil bergantian dibawakan seniman-seniman muda Bumi Kartini.


Tampil lebih awal pesta Perang Obor. Kesenian lokal masyarakat Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara itu menjadi tontonan pembuka nan atraktif. Puluhan orang berperang saling memukul menggunakan obor dari blarak (daun kelapa kering) ke tubuh lawan.

Perang Obor Jepara Cultural Festival 2013
Berikutnya disusul kesenian masyarakat Kecamatan Kalinyamatan, Baratan. Puluhan perempuan nan cantik dan anggun terlibat dalam penggarapan ini. Dengan kostum berkebaya, perempuan-perempuan bak jelmaan RA Kartini itu masuk panggung dengan membawa lampion beraneka warna. Sedangkan para prajurit laki-laki dengan langkah tegap membawa tongkat mengiringi langkah Ratu Kalinyamat.

Tak pelak keanggunan Ratu Kalinyamat menggoda mata fotografer dan pewarta untuk membidiknya. Masyarakat yang menyaksikan pagelaran ini pun turut serta mengabadikan pertunjukan teater kolosal ini dengan kamera selular.

Sementara itu, komunitas seni Gaperto Art Community yang bermarkas di Desa Jambu Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara didaulat untuk menyuguhkan pertunjukan Jembul Tulakan. Kesenian ini merupakan kesenian asli warga Desa Tulakan Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara.

Jembul Tulakan Jepara Cultural Festival 2013
Dalam pertunjukan kali ini, komunitas yang digawangi Didid Endro itu menghadirkan empat Jembul (tumpeng raksasa) di atas panggung. Dengan iringan para penari teatrikal dan narasi berbahasa Jawa yang menceritakan latar belakang kelahiran Jembul Tulakan, menambah nilai estetik pertunjukan yang satu ini.

Pertunjukan teater kolosal yang serlangsung selama dua jam ini menjadi kemeriahan tersendiri dalam rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Jepara ke 464, selain Kirab Budaya yang berlangsung kemarin lusa.

Kustam menyampaikan, dalam pagelaran kali ini sediktnya 11 kelompok teater dan 14 komunitas seni terlibat dalam penggarapan. Sayang, jajaran kepengurusan Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Jepara yang belum dilantik bupati tidak terlibat dalam penggarapan ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Harga Bawang Putih di Jepara Masih Selangit

Meski beredar kabar harga bawang putih turun, di pasar harga bawang putih masih Rp. 60.000.

Berita Jepara – Meski di sejumlah daerah harga bawang sudah mulai turun, tapi di Kabupaten Jepara harga bawah putih masih bertahan di harga Rp. 60.000 per kilogram. Belum turunnya harga bawang putih dan merah pun dikeluhkan sejumlah pedagang makanan yang banyak mengunakan dua bumbu dapur tersebut.


Marhaeni, salah satu pedagang Tahu Campur menyampaikan, hari ini, Selasa (19/3) dia masih membeli bawang putih dengan harga Rp. 60.000 per kilogram di Pasar Jepara Satu. Padahal, di masyarakat banyak beredar kabar harga bawang sudah mulai menurun.

“Di televisi-televisi diberitakan harga bawang sudah mulai turun, tapi hari ini di Jepara belum. Seharian saya muter-muter cari toko yang menjual harga bawang murah tidak menemukan. Semua menjual dengan harga sama, Rp. 60.000,” ujar Marhaeni.

Lebih lanjut pemilik warung Tahu Campur di Jalan RM Sosrokartono Jepara itu mengaku terpaksa membeli bawang putih dalam jumlah sedikit. Selain itu, sejumlah rekan-rekan sesame pedagang makanan, Marhaeni disarankan untuk membeli bawang putih goring, namun Marhaeni tidak mengikuti saran teman-temannya itu.

“Harga bawang goring memang lebih murah, tapi rasanya beda karena bawang goring yang sudah jadi biasanya dicampur dengan ketela,” imbuh Marhaeni.

Kini Marhaeni dan masyarakat Jepara berharap harga bawang dan bumbu dapur lainnya bisa segara turun. Meskipun tidak menggunakan dalam jumlah banyak setiap hari, sejumlah masyarakat mengaku tingginya harga bumbu dapaur turut mempengaruhi kondisi ekonomi keluarga.

“Ya, mudah-mudahan para pejabat itu mendengar keluh-kesah kami ini sehingga bisa memberikan solusi terbaik buat rakyatnya,” pungkas Marhaeni.

Sumber : jaringnews.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LSM Dalami Temuan Pungli di Dinas Pendidikan

Uang beasiswa disunat 10 -15%.

Promo Jepara – Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Jepara mendalami adanya dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara atas intruksi Kepala Dinas, Muh Zaid. Pungutan tersebut bagi guru-guru penerima beasiswa kuliah S1. Uang beasiswa yang semestinya diterima Rp 3,5 juta harus disunat 10 hingga 15%.


“Kasus ini akan kami tindaklanjuti karena merupakan salahsatu indikasi korupsi dan penyalanggunaan wewenang,” ujar Didid Endro, Ketua LSM Celcius, Senin (17/3). Hal senada juga disampaikan Khoirul Anam, Ketua LSM Simak, Khorul menambahkan kasus ini harus diusut sampai ke akar. Pasalnya sudah menjadi rahasia umum jika uang upeti di lingkungan Disdikpora sudah umum.

“Budaya suap menyuap dan pemberian upeti untuk melancarkan pengurusan sesuatu berkas ini harus dihentikan dari sekarang,” katanya.

Khoirul menambahkan, sejumlah LSM seperti Garda Muria, LSM FPL, dan LSM Keling siap mendukung dan mengawal permasalahan ini sampai tuntas.

“Semua berkas untuk pelaporan sudah siap, tinggal melapor kepada aparat penegak hukum saja,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disiskpora, Muh Zahid mengatakan dirinya tidak pernah mengintruksikan bawahannya untuk meminta sejumlah uang kepada guru-guru penerima beasiswa. Disinggung apakah pungutan tersebut benar dilakukan oknum dilingkungan Disdikpora, Muh Zahid mengaku tak mengetahuinya.

“Itu yang ngomong kan LSM (adanya pungutan, red), yang jelas saya tidak pernah memerintahkan siapapun untuk meminta pungutan uang beasiswa, lantas apakah itu dilakukan oknum saya juga tidak tahu,” ujar Muh Zahid saat dihubungi Jaringnews.com.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perbaikan Jalan Tidak Permanen

Perbaikan Jalan Rusak Hanya Sehari, Bukannya Tambah Bagus Malah Berdebu

Promo Jepara - Jalan KH Fauzan menurut rencana akan diperbaiki kondisinya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Jalan yang rusak parah kemarin, Minggu (17/3) diperbaiki. Perbaikan itu hanya mengeruk batu dan tanah yang menyembul kemudian diratakan kembali dengan campuran pasir dan batu. Sayangnya, perbaikan tidak dilakukan di semua jalan yang rusak. Bahkan hari ini, Senin (18/3) aktifitas perbaikan tak lagi nampak.


“Katanya jalannya diperbaiki, bukannya tambah bagus malah menjadi berdebu,” ujar Rhoudotun, warga Kelurahan Pengkol Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara yang rumahnya tidak jauh dari Jalan KH Fauzan.

Bahkan, ruas jalan yang ditanami pohon pisang warga yang kerusakannya nampak parah pun kondisinya tidak jauh berubah. Akibat perbaikan hanya ditambal dengan campuran pasir dan batu, kondisi jalan malah menjadi berdebu. Tanda-tanda bekas pekerjaan perbaikan jalan hanya nampak di pertigaan sebelah selatan Koramil 1 Jepara 1.

“Kalau debunya seperti ini kan malah mengganggu kesehatan,” imbuh Rhoudotun.

Sedangkan kondisi jalan yang rusak parah dan sempat ditanami pohon pisang oleh warga, tepatnya di depan kantor ketahanan pangan yang menurut rencana akan diperbaiki pula, hari ini tak nampak disentuh untuk diperbaiki.

"Perbaikan ini tidak permanen, hanya mengambil aspal-aspal yang tidak layak di lokasi titik lubang untuk kemudian dilubangi, diganti dengan bebatuan kali dan kricak," ujar Bambang, salah seorang pekerja dari DBMP dan ESDM Jepara.

Sumber : http://jaringnews.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS